Wednesday, September 12, 2018

Sport Development Index (SDI) / Indeks Pembangunan Olahraga (IPO)

      Sport Development Index (SDI) adalah indeks gabungan yang mencerminkan Keberhasilan Pembanguna olahraga berdasarkan empat dimensi dasar, yaitu : (1) ruang terbuka yang tersedia untuk olahraga, (2) Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga keolahragaan yang terlibat dalam kegiatan olahraga, (3) partisipasi warga masyarakat untuk melakukan olahraga secara teratur dan (4) derazat kebugaran jasmani yang dicapai oleh masyarakat (Toho Cholik Mutohir dan Ali Maksum, 2007:2).
       Gagasan untuk mengukur kemajuan pembangunan olahraga dalam konsep SDI pertama kali dituangkan dalam tulisan berupa artikel disebuah publikasi bernama FORUM OLAHRAGA edisi nomor IX oleh  Toho Cholik Mutohir dan Ali Maksum bersama kolega untuk mengkaji sejumlah indikator pembanguna olahraga. dari dimensi tersebut ditemukan empat dimensi dasar yang dikemukakan pada awal paragraf.
      sekaitan dengan empat dimensi tersebut tentu pada konsep manajemen terdapat input, proses dan output. dalam dimensi SDI tersebut prasarat dasarnya(input) yaitu Ruang Terbuka dan Sumber Daya manusia sedngkan prasyarat aksi (proses) yaitu Partisipasi dan Prasarat Keluaran (output) yaitu Kebugaran Jasmani. 

Sumber : Toho Cholik Mutohir dan Ali Maksum (2007). Sport Development Index, Jakarta:INDEKS




Friday, October 28, 2016

Friday, March 4, 2016

Sistem Olahraga Jerman

sumber foto : id.wikipedia.org


Masuknya sistem olahraga jerman ke Indonesia diperkirakan ketika belanda sedang berkuasa di Indonesia, nanamun sistem ini mula-mula di terapkan oleh Belanda hanya dikalangan militer saja akan tetapi pada  giliranya masuk pula di sekolah-sekolah dan masayarakat Indonesia.
Johan Friedrich Guts Muhts (1759-1835) adalah orang yang menciptakan olahraga sistem Jerman pada abad ke-19 di negeri belanda, dan dalam perkembangan berikutnya sistem Jerman yang dikembangkan oleh Jahn, Spiess dan Maul ke Negeri yang terkenal dengan sebutan Negeri Kincir angin tersebut. sebagai peletak dasar sistem Jerman, Guts Muhts membagi olahraga secara general. Menurutnya ada tiga kaidah penting yang harus diperhatikan, yaitu : (1) senam harus menyempurnakan peredaran darah dan memperkuat otot-otot dan syaraf-syaraf; (2) senam harus memiliki faktor atau elemen kesukaran; (3) senam harus menambah keberanian dan ketangkasan batin.
           Dari kaidah-kaidah tersebut latihan-latihan olahraga sistem Jerman harus menantang dan mengandung bahaya. bentuk-bentuk latihan gerak dasar menurut Guts Muhts terdiri atas melompat, berlari, melempar, gulat, memanjat, keseimbangan, bermain tali, berenang, dan latihan panca indra. salah satu karyanya yang terkenal adalah sebuah buku yang berjudul Gymnastic fur die juged. buku ini secara khusus mengkaji tentang permainan. menurutnya, secara garis besar permainan mempunyai tiga fungsi utama yaitu : (1) fungsi rekreasi karena selesai berlatih; (2) menambah kegembiraan, kesehatan dan memperkembangkan sifat-sifat sisial; (3) memberikan kesempatan bagi guru untuk mengenal murid-muridnya secara lebih dekat untuk menciptakan suasana persaudaraan antara guru dan murid.


sumber : sejarah dan filsafat olahraga oleh Prof.Dr.H.J.S. Husdarta, M.Pd.